17/09/2021

Flixmaster – Informasi Seputar Review film

Flixmaster ialah situs yang memberikan berbagai Informasi mengenai Review film terbaru

Review Film The Commuter: Kembalinya Aksi Heroik Liam Neeson

9 min read

Review Film The Commuter: Kembalinya Aksi Heroik Liam Neeson – Bayangkan dirimu seseorang laki- laki berumur dewasa 60 tahun. Dikala ini kalian tengah terletak di kantor, suatu bangunan mewah dengan kemeriahan orang yang kemudian lalang serta banyak aktivitas kegiatan yang memusingkan.

Review Film The Commuter: Kembalinya Aksi Heroik Liam Neeson

flixmaster – Kala kalian lagi berdialog dengan pelanggan di telepon serta berupaya memastikan kalau produk kantormu yang terbaik, kalian dipanggil atasan ke ruangannya. Tanpa etika kalian dihentikan.

Melansir semaymedia, Kalian kebimbangan. Di umur sesenja itu kalian tidak ketahui wajib melakukan apa, mencari nafkah di mana. Siapa yang hendak ingin menyambut aplikasi profesi dari seseorang laki- laki berumur yang nyaris masuk ke lubang lahat, pikirmu.

Kalian seseorang pekerja yang berloyalitas besar, bertugas keras, menaati ketentuan, berkinerja bagus serta yang terutama telah berbakti di kantor itu sepanjang 10 tahun. Kalian merenungi dikala pemecatanmu yang datang cuma berselisih 5 tahun saat sebelum kalian pensiun di umur 65 semacam karyawan yang lain, seluruh pengabdianmu tidak berarti apapun untuk bosmu serta perusahaanmu. Sangat memasygulkan. Pesangon yang kalian dapat pula bukan dalam wujud duit yang kalian butuhkan melainkan cuma seikat kertas bermuatan agunan kesehatan.

Baca juga : Review Film Victoria and Abdul

Serta kalian dihentikan cuma sebab alibi klasik yang kerapkali individual: gajimu lebih besar dari kontribusimu ke industri! Putus asa.

Situasi keuanganmu lagi kurang baik. Anakmu yang terkini lolos sekolah menengah lagi memerlukan duit buat masuk ke universitas serta istrimu lalu menembus menelepon menegaskan. Angsuran rumah sedang jauh dari beres, serta bermacam permasalahan yang lain seakan berkolusi menghampirimu dengan cara berkali- kali, tidak ingin berangkat– seketika dalam ekspedisi kembali ke rumah di dalam sepur yang tiap hari kalian maanfaatkan buat pergi serta kembali kegiatan, kalian ditawari buat ikut serta dalam suatu penelitian intelektual. Selaku hadiahnya kalian hendak menyambut duit USD 100, 000.- jika sukses memecahkannya.

Michael MacCauley, diperankan oleh Liam Neeson, merupakan seseorang daya pedagang asuransi yang sudah jadi mantan semenjak sebagian jam yang kemudian. Saat sebelum bertugas di kantor itu, ia merupakan mantan badan polisi NYPD( New York Police Department). Beliau mundur dari dinasnya semenjak 10 tahun kemudian sebab mau fokus bertugas buat keluarga tanpa resiko kehabisan nyawa dampak pekerjaannya. Beliau dikala itu lagi berjalan menapaki lorong- lorong sepur yang penuh dengan penumpang, mencari bangku sepur yang kosong sembari merenungi kodrat jeleknya hari itu.

Tidak hanya menyambut berita pemecatan yang tiba seketika serta memasygulkan itu, beliau terkini saja kehabisan telepon kepal yang dicopet pas dikala badannya yang berumur serta letih merambah tubuh sepur, suatu belokan, pada durasi pintu sepur akan menutup. Beliau cuma dapat memandang nanar ke luar sepur. Berambisi mengidentifikasi pelakunya. Nihil. Beliau wajib melalaikan serta melepasnya tanpa bobot. Sangat kecelakaan yang kesekian serta terasa amat berkeluk.

Sehabis mengalami suatu bangku kosong, mendudukinya serta kembali menangisi kodrat jeleknya itu, ia juga menghibur dirinya dengan metode memandang ke sekitar ruang gerbong. Pemikiran matanya berjumpa wajah- wajah yang telah dikenalnya sepanjang bertahun- tahun. Wajah- wajah itu nampak letih. Bisa jadi serupa lelahnya dengan wajah yang melekat di dirinya. Pasti saja, ini waktunya kembali ke rumah. Ini dikala melepas seluruh kecapekan sehabis seharian bertugas, bergumul dengan nilai serta sasaran yang kerapkali tidak realistis, berkelahi memerebutkan bulan- bulanan, berkompetisi dengan karyawan yang meniti pekerjaan di kantor pesaing ataupun apalagi dengan kawan kegiatan di kantor yang serupa, untuk sesuap nasi–bagi yang asian menciptakan segenggam permata, di bumi yang cuma memahami tutur: apa kontribusimu untuk industri?

Beliau memahami para penumpang begitu juga mereka pula mengenalinya. Kadangkala cuma memahami julukan. Lebih banyak cuma menatapi wajah. Begitulah kehidupan para pelaju sepur( bahasa inggrisnya: the commuter, dapat dilekatkan pada orangnya, dapat pula pada keretanya). Mereka semacam serombongan semut yang hilir- mudik ke situ ke ayo serta berhadapan. Berangkat, setelah itu kembali, serta berhadapan lagi sampai puluhan, ratusan, serta ribuan kali papasan.

Di antara papasan itu beliau hendak mesem. Pada satu peluang beliau yang mengajak ucapan. Lain durasi beliau yang dibawa ucapan. Perkata merupakan penyambung kehangatan dikala 2 jiwa yang hening, dingin, serta kosong silih memenuhinya dengan memberi narasi. Membuka rahasia yang tersembunyi di dalam tempurung kepala yang serupa tetapi isinya tutur orang tidak sempat serupa. Pembicaraan bisa menghalau bias, menjembatani 2 kebutuhan dari 2 orang asing.

Pembicaraan bukan suatu insan yang naif. Beliau memahami tempat serta durasi dengan teramat bagus, apalagi amat bersahabat. Kerapkali bahasa perkataan yang manis serta renyah tidak sering terlahir di sepur yang penuh dengan tubuh- tubuh tanpa daya yang berdiri cuma bertumpu 2 kaki, dikala kedua tangan memegangi akrab bandulan yang menempel di asbes gerbong, berupaya senantiasa menggelayuti mimpi yang seakan terus menjadi menghindar tiap harinya sebaliknya si durasi yang tertinggal terus menjadi serta bermukim sedikit, serta pemikiran mata tidak bercahaya, hitam serta kosong. Di dikala seperti itu cuma bahasa pertanda badan yang ucapan– saya letih, tinggalkan saya dengan diriku serta duniaku!

Apabila sepur telah hening serta jumlah bangku yang kosong telah terhampar di mana- mana sebab banyaknya stasiun yang telah terlampaui serta cuma tertinggal sebagian saja saat sebelum sepur menyudahi serta tidak maju lagi melainkan buat kembali ke arahnya awal hingga wajah- wajah itu hendak nampak lebih ramah. Hingga cuma di dikala semacam itu beliau dapat menikmati ekspedisi sepur dengan membaca novel, berbual dengan sesama pelaju ataupun berangkat ke kamar kecil buat sejenak meredakan diri, ataupun beliau bisa melaksanakan apa saja serta setelah itu dengan cekatan berdiri, mengayunkan tangan dengan bersahabat, mengucap damai serta melontarkan senyum kala sepur sudah hingga hingga di tujuannya: hingga bertemu besok hari, teman!

Tetapi menunggu dahulu. Seseorang wanita seketika timbul tidak tahu dari mana, serta mengajaknya ucapan. Beliau tidak mengidentifikasinya, pula mukanya. Michael terkini saja membuka novel, mengawali ritualnya akan meneruskan membaca novel yang kemarin hari beliau tandai– bisa jadi dengan membaca dapat melenyapkan seluruh kesedihan serta kesedihan yang menusuk hatinya hari ini. Masuk ke bumi yang tidak sempat dapat dikendalikan tetapi dapat dinikmati di tiap ajakan nafas serta menari dan berajojing angan- angan yang melesat tanpa batas.

Selaku seseorang pelaju, jiwa bagusnya timbul. Beliau memanglah senantiasa bagus. Tidak terdapat salahnya berdialog pada orang asing. Perihal itu telah dikerjakannya sepanjang bertahun- tahun. Hari ini juga serupa. Joanna, yang diperankan oleh Vera Farmiga, merupakan julukan wanita itu. bunyi bicaranya jelas. Beliau berterus terang lagi melaksanakan eksperiman intelektual. Joana menawarkan seandainya Michael mau ikut serta dalam game misteri serta bila sukses menduga tanggapannya hingga beliau hendak menemukan hadiah: duit$100. 000

Jumlah duit yang banyak: jalur pergi dari banyak permasalahan orang.

Michael pasti saja tidak yakin pada wanita asing itu. Hingga beliau menanya buat memastikan. Penelitian serumit serta sesulit apa yang hadiahnya sebesar itu. Perihal yang amat simpel, kebalikannya, tutur Joanna. Bukan perihal kompleks, pula tidak susah. Laki- laki berumur itu lumayan memakai kemampuannya serta pengamalamannya buat menganalisa serta mengidentifikasi penumpang sepur semacam yang telah dikerjakannya bertahun- tahun. Beliau berganti jadi semacam seekor anjing pencari yang membaui aib yang pergi dari badan seseorang pelakon krimal serta setelah itu menciptakan buruannya yang lagi bersembunyi, meratap dalam kekhawatiran.

Kunci permainannya merupakan Michael wajib sanggup menduga satu di antara ribuan penumpang yang hari itu terletak di sepur. Penumpang itu tidak sepatutnya terletak di sepur itu, di hari itu, yang hendak turun di Stasiun Cold Spring, sebagian stasiun lebih jauh dari tempatnya turun dari sepur.

Game yang tidak menakutkan, tetapi dapat memunculkan permasalahan.

Joanna berangkat sehabis tadinya memberitahukan cerminan penumpang itu. Cuma sedikit, tidak sedemikian itu nyata. Tidak kurang ingat, Joanna menegaskan tempat beliau dapat mengutip hadiah, duit wajahnya. Bukan perihal susah buat mantan badan polisi bukan? Perkataan Joanna itu membuat Michael terus menjadi tersulut rasa penasaran. Game apa yang sesungguhnya dimainkan? Dari mana Joanna mengenali era lalunya selaku petugas penegak hukum.

Terpicu oleh rasa penasaran yang menusuk- nusuk kepalanya hingga beliau juga masuk ke dalam kamar kecil, tempat yang dituturkan Joanna. Membikin- bikin duit yang dijanjikan. Serta, sehabis usaha yang seakan hendak selesai percuma pada satu kala matanya sukses men catat suatu tempat kecil. Beliau butuh memakai kunci buat memutar bautnya, buat membukanya. Di situ, kepingan duit dollar dalam suatu pembungkus surat bercorak cokelat menyapanya dengan hangat– dalam jumlah semacam yang dijanjikan.

Beliau mengambilnya. Memasukkan ke dalam tasnya.

Serta pas pada dikala itu, beliau telah menjebak dirinya sendiri dalam suatu game yang hendak memohon pertaruhan nyawanya, nyawa keluarganya, nyawa sesama penumpang sepur, apalagi nyawa seseorang Prynne yang lagi berupaya melindungi dirinya dari buruan penjahat, polisi yang gampang disuap, serta administratur korup yang khawatir keburukannya dibongkar ke khalayak.

Siapakah Sokok Prynne itu?

Aku awal kali mengidentifikasi Liam Neeson dengan cara kira- kira bersahabat di film bertajuk After Life yang diputar di bioskop di tahun 2009. Itu merupakan era kala aku mulai giat mendatangi bioskop. Pasti saja aku mengenali kalau ia membintangi banyak film lain tadinya, tetapi durasi itu beliau terasa jauh. Di After. Life beliau berfungsi selaku seseorang penyiap jenazah yang hendak diperlihatkan di ruang peristirahatan terakhir saat sebelum dikuburkan. Beliau membersihkan, merapihkan, membuat jenazah tampak menawan buat terakhir kalinya saat sebelum berganti jadi seikat sinar pudar untuk yang hidup, yang ingin mengingatnya. Bagian tersulit merupakan memastikan sang jenazah kalau beliau sudah mati. Beliau berdialog pada roh mereka. Suatu film pikologis- horror- thriller yang tidak menyeramkan sebab lebih banyak menghabiskan otak buat memahaminya.

Kemudian, pada tahun 2011 beliau membintangi suatu film bertajuk Unknown yang metode berceritanya mendekati dengan film The Commuter. Di film itu beliau berfungsi selaku seseorang pembunuh yang kehabisan ingatan sebab musibah. Ternyata melaksanakan tugasnya beliau malah berupaya melindungi sasaran. Dampak musibah itu, ingatannya timbul dengan sungkan, menemuinya sebagian untuk sebagian. Untuk aku narasi semacam itu amat menarik. Kita dibawa ke dalam bumi narasi sederajat untuk sederajat tanpa dapat menduga kesimpulannya melainkan sehabis hingga di situ, dikala film selesai. Ini salah satu film kesukaan aku.

Bisa jadi film yang banyak diketahui dari seseorang Liam Neeson merupakan Taken. Suatu film kelakuan yang berhasil besar. Sebab kesuksesannya, film yang tayang tahun 2008 itu apalagi terbuat sekuel sampai terwujud 3 film, semacam suatu trilogi sementara itu bukan. Aku individu berambisi itu lumayan. Mudah- mudahan tidak terdapat lagi sekuelnya sebab di film terakhir saja telah terlihat kedodoran, tidak dapat mengejar mutu serta keberhasilan film yang awal. Aku sendiri menontonnya jauh sehabis film itu diluncurkan sebab pelayanan seseorang teman yang mengusulkan film ini. Baik, tuturnya.

Kembali ke The Commuter. Tantangan menciptakan wujud Prynne seperti itu yang jadi inti serta ceruk narasi. Michael yang telah terlanjur mengutip duit sesungguhnya sungkan main. Tetapi, dikala beliau hendak turun dari sepur serta membebaskan tanggungjawab, beliau ditemui seseorang gelandangan yang memberinya suatu pembungkus surat kecil bermuatan cincin istrinya, setelah itu orang asing itu berangkat dengan menitip catatan. Joana memantau tiap geraknya, beliau dicermati. Saat ini beliau mengenali suatu yang seram: sepur itu sudah“ dibajak”, di dalamnya hidup banyak orang kayaknya, yang digunakan Joanna buat menjajaki permainannya. Tidak terdapat opsi lain, beliau wajib main– berambisi pengalamannya selaku mantan polisi menuntunnya ke Prynne.

Narasi di dalam film ini menegaskan aku pada film Non- Stop. Dalam film itu Liam Neeson yang menjadi kepribadian seseorang air marshall pemadat alcohol lagi terperangkap di dalam pesawat yang ditumpanginya dari New York ke London. Kala ia lagi bersandar di dekat jendela pesawat, ia menyambut catatan di telepon genggamnya dari seseorang teroris yang hendak membunuhi penumpangnya tiap 20 menit bila desakan duit beberapa USD 150 juta dollar tidak lekas dipadati. Tetapi, narasi dalam film The Commuter jauh lebih menarik. Terdapat banyak rahasia yang ditaruh serta cuma dibuka dengan cara lambat- laun menjajaki ceruk narasi. Faktor kejutannya lumayan teratur dengan apik.

Sedikit bocoran. Sedang di dini film kala Michael berjumpa dengan temannya Alex Murphy, seseorang intel di suatu kafe, kawan kerjanya dahulu. Di situ beliau berjumpa dengan Dave Hawthorne, seseorang kapten polisi yang tadinya ia tahu selaku seseorang aparat polisi lazim. Ia tidak menyukainya. Tidak dipaparkan sebabnya. Di sela- sela obrolan timbul informasi hal peristiwa bunuh diri yang dicoba oleh seseorang perencana kota( city planner). Pula melatis pembicaraan pertanyaan polisi korup yang seakan menyimpang si kapten selaku subjek yang dibahas. Serta sehabis Michael menceritakan pertanyaan pemecatannya, hingga di satu kala Alex menjanjikan hendak membalas seluruh jasanya sepanjang ini- saya tidak mengerti menanggapi pelayanan semacam apa yang diartikan.

Baca juga : Spenser Confidential, Film Genre Komedi Action Amerika

Serta seluruh persoalan serta keadaan yang kelihatannya misterius itu dijawab satu per satu. Amat menggembirakan sebab kita dibawa menduga sejauh film. Prynne( bukan julukan asli, melainkan cuma isyarat) merupakan saksi atas pembantaian yang dikabarkan selaku permasalahan bunuh diri dari sang perencana kota itu. Prynne mengenali kalau terdapat satu masalah besar( sayangnya tidak dituturkan detailnya, cuma aksesoris narasi yang dikira tidak berarti buat diulas) yang mengaitkan banyak orang berarti serta karenanya ia ditarget buat dibunuh. Selaku saksi, ia ditunggu oleh agen FBI yang bersih. Bersiap menjemputnya di Stasiun Cold Spring.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.